Upaya kolaboratif membuka akses pengetahuan untuk semua
Share article
Print article
Setidaknya delapan organisasi dan komunitas menghadiri kegiatan Kick-Off Koalisi Open Indonesia pada Sabtu (31/1) di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Forum Open Indonesia yang beberapa bulan sebelumnya dilaksanakan untuk mempertemukan pegiat gerakan terbuka di Indonesia.
Organisasi/komunitas anggota yang hadir pada kegiatan ini adalah Creative Commons Indonesia; Laboratorium Preservasi Arsip Universitas Gadjah Mada; Komunitas Mozilla Indonesia; Perkumpulan Open StreetMap Indonesia; The Conversation Indonesia; Wikimedia Foundation; dan Wikimedia Indonesia.
Turut hadir sebagai pengamat adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Satu Data Indonesia, dan Open Government Indonesia.
Koalisi Open Indonesia dibentuk untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan sinergi antar anggotanya, memajukan pemahaman komprehensif mengenai lanskap gerakan terbuka di Indonesia, juga menyalurkan sumber daya untuk mendukung proyek dan riset terkait.
Gerakan terbuka pada dasarnya lahir dari semangat “membebaskan pengetahuan.” Pengetahuan semestinya dapat diakses, disebarluaskan, dan dikembangkan tanpa ada hambatan infrastruktur atau hukum.
Tantangan khusus meliputi minimnya kesadaran publik tentang apa itu gerakan terbuka. Meski telah digeluti oleh banyak pihak dan pegiat, informasi dan aktivitas gerakan terbuka masih terbatas diketahui oleh pada para individu yang memang bekerja dekat dengan isu keterbukaan.
Indonesia masih berkutat dengan masalah infrastruktur digital. Kesenjangan atas akses internet menjadi penyebab utama masyarakat belum dapat mengakses ketersediaan dan menikmati manfaat dari informasi dan layanan terbuka yang tersedia.
Disamping itu, kita juga belum memiliki kebijakan dan regulasi yang secara khusus mengatur ekosistem pengetahuan terbuka. Padahal, ketersediaan akses pada pengetahuan terbuka sebenarnya dapat menjadi alternatif yang etis di era gempuran kecerdasan buatan generatif.
Wikipedia, sebagai salah satu kanal yang diampu oleh Wikimedia misalnya, merupakan kanal pengetahuan terbuka yang masih terus mengedepankan kontribusi manusia untuk mencatat dan menyebarluaskan pengetahuan.
Menjawab tantangan di atas, anggota Koalisi Open Indonesia telah merancang beberapa kegiatan yang rencananya akan dilakukan secara kolaboratif. Langkah awal yang mungkin dilakukan adalah mengidentifikasi para pemangku kepentingan yang dapat berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap lancarnya gerakan terbuka di Indonesia.
Langkah lain yang juga tidak kalah penting adalah untuk memastikan masyarakat Indonesia mengetahui dan memahami apa itu gerakan terbuka.
“Kick-off Open Indonesia sudah menjadi titik balik yang bagus untuk kerja-kerja gerakan terbuka Indonesia. Kami berharap ini menjadi pekerjaan yang berkelanjutan untuk membebaskan pengetahuan dan membuka akses informasi, data, warisan budaya, dan lain sebagainya,” ungkap Muhammad Ramzy Muliawan, Senior Trust & Safety Policy Manager Wikimedia Foundation.
Kerja-kerja anggota Koalisi Open Indonesia mencakup Data Terbuka, Sains Terbuka, Akses Terbuka, Pendidikan/Pengetahuan Terbuka, Warisan Budaya Terbuka, Jurnalisme Terbuka, serta Perangkat Lunak Sumber Terbuka dan Bebas.
Source link



